Jumat, 27 Januari 2023

SIAPA USTADZ DHANU? KENAPA ANAK BUAH DADZAL BISA DILEBUR?

SIAPA USTADZ DHANU?
KENAPA ANAK BUAH DADZAL BISA DILEBUR?
Untuk kali ini kita membahas
Siapa itu Ustadz Dhanu
Tentang siapa Ustadz Dhanu, Kali ini berbeda dengan pandangan sahabat kita sebelumnya
Jika sebelumnya ada yang mengatakan beliau adalah titisan Brahma Kandi atau Buddha Waka.
Yang Jelas, tidak ada konsep TITISAN dalam PANDANGAN ISLAM.
Kali ini kita membahas dari aspek yang saya ketahui sebagai MUSLIM LOGIKA 
Ustadz Dhanu adalah lulusan dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (Swasta), jurusan Teknik Sipil.
Setahu saya dari penelusuran Google selama 3 tahun, kelihatannya beliau bukan lulusan Pesantren. Beliau Lulusan Universitas Islam jurusan Teknik Sipil yang mata kuliah agamanya lebih banyak dari pada Universitas umum. 
Beliau banyak mengamati dari pengajian ke pengajian lalu mencari sendiri dari Al Qur'an dan Al Hadist.
Beliau memiliki ciri khas seorang Intelektual, yang selalu mencari jawaban, kenapa kalau ada yang sakit, selalu disuruh ke dokter dan tidak berdoa pada Allah terlebih dahulu.
Itu adalah kebiasaan selama ini, yang disaat sakit, penyembuhan pada Allah sering dilupakan.
Ustadz Dhanu sebagai akademisi yang pikirannya sangat logis sekaligus sangat percaya pada Allah, berusaha mencari jawaban pada Al Qur'an dan Al Hadist.
Sebagaimana kita ketahui, Ustadz Dhanu itu orangnya sangat ber Iman, sangat taat PADA ALLAH dan selalu beramal Sholeh MENYEBARKAN ILMUNYA.
Karena sangat percaya pada Allah, Ustadz Dhanu tidak pernah takut pada mahluk Jin, Jin Ifrit dan Anak Buah Dajjal yang mengancamnya, padahal tertawanya bisa melemaskan otot manusia biasa.
Ustadz Dhanu selalu merasa dalam perlindungan Allah.
Kenapa Ustadz Dhanu saat mendoakan banyak teridzabah oleh Allah?
Karena Ustadz Dhanu sangat yakin Allah itu ada dan pertolongan Nya sangatlah dekat dan cepat.
Karena Allah itu adalah Pemilik dan Penguasa atas semua mahluk hidup dan alam semesta ini.
Ada yang bertanya apakah Ustadz Dhanu itu orang yang Karomah atau Ma'unah. 
Dalam pemahaman kami, Ustadz Dhanu adalah Hamba Allah.
Seorang Hamba Allah yang berusaha menguak rahasia kehidupan lewat Al Qur'an.
Kenapa orang itu sakit, dan beliau mencari ayat ayat Al Qur'an yang berhubungan dengan sakit dan kesembuhan.
Menurut saya, sakit itu adalah teguran dari Allah, karena Allah sayang kita, agar kita tobat dan mengamalkan kesholehan dan AGAR KEMBALI KEJALAN YANG BENAR
Jika kita tobat, Isya Allah kita tidak mengalami kesakitan lagi karena mengalami kesembuhan.
Tentunya ada juga yang tampa tobat seseorang bisa sembuh.
Untuk bisa menyembuhkan seseorang, Ustadz Dhanu selalu memohon pada Allah untuk DIIJINKAN TAHU, penyebab sakitnya seseorang. 
Tahunya Ustadz Dhanu bisa dari hasil wawancara dengan tamunya yang dihubungkan dengan pengalaman nya.
Beliau menemukan ayat di Al Qur'an, bahwa di dunia ini Allah bisa memberikan adzab kecil, sebelum Adzab Besar di aherat nanti.
Adzab itu adalah rasa sakit, orang yang mendapat adzab itu orang yang mengalami kesakitan.
Di neraka, orang yang disiksa berteriak kesakitan, .
Dineraka Manusia, Jin dan Iblis disiksa abadi. Di dunia, siksanya bisa sementara, lalu sembuh atau ada yang langsung mati.
Setelah diketahui secara persis penyakit dan penyebabnya, maka Ustadz Dhanu mendoakan secara tepat. 
Ketepatan ini sama seperti hukum Fisika, bahwa air akan mendidih pada suhu sekian.
Air diaduk dengan ini akan menjadi ini, air dicampur itu akan menjadi itu, semuanya eksak alias pasti.
Ini sangat berbeda dengan pandangan, bahwa sakit menggugurkan dosa.
Setahu saya, penghapus dosa adalah tobat dan berperilaku Sholeh.
Berdoa kepada Tuhan agar dikabulkan juga harus benar dan tepat.
Seperti kita ke dokter, dokter akan bingung bila kita bertanya, saya sakit apa Dok?
Ustadz Dhanu is the same way, he will do a series of questions to make a diagnosis.
Setelah diijinkan Allah untuk tahu, maka Ustadz Dhanu akan berdoa secara lebih tepat karena sudah tahu penyakit dan penyebabnya.
Dan kenapa oleh Allah SWT diterima doanya, meruntut dari Al Qur'an, bisa jadi Ustadz Dhanu adalah Hamba Allah yang beriman, Taat kepada Allah dan memiliki amal Sholeh, ditambah permintaan yang tepat. Semuanya adalah Hak Allah.
Dalam pandangan kamu, Nabi Muhammad SAW adalah Rasul terakhir dan setelahnya Allah tidak lagu menunjuk seseorang menjadi orang suci, wakil Allah ataupun menjadi Ayat Allah.
Semua sudah dicukupkan oleh Allah dengan anugerah Rasul terakhir dan kita suci Alqur'an sebagai panutan yang terjaga dari perubahan.
Seseorang yang diterima oleh Allah itu adalah orang yang ber Iman, lagi ber takwa dan ber amal Sholeh.
Seseorang yang mau mendekatkan diri pada Allah dan bukannya orang yang ditunjuk oleh Allah karena itu sudah tidak ada lagi.
Tidak ada orang yang suci, karena Nabi dijaga oleh malaikat Allah dan selanjutnya seperti kita, tergantung dari kemauan kita sendiri. 
Apakah kita mau menjadi orang yang bersyukur, ber iman dan taqwa ataukah menjadi orang yang kufur, itu terserah pada kita sendiri.
Jika kita merasa butuh pada Allah, jika kita merasa tidak ada apa apanya tanpa Allah 
Jika kita merasa sangat kecil di alam semesta milik Allah ini.
Maka kita akan selalu ber doa dan memohon pada Allah.
Ustadz Dhanu mengatakan, dia berdoa seperti anak kecil, Ya Allah berilah hamba mu keimanan, kesehatan dan kekuatan.
Ustadz Dhanu sangat sangat yakin pada Allah, sangat sangat ber iman pada Allah.
Semoga ini menjadi penjelasan, bahwa yang ada adalah Manusia yang berusaha sendiri mendekat pada Allah dan bukan manusia yang ditunjuk oleh Allah.
Demikian, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuuh.



WHO IS USTADZ DHANU?
WHY CAN THE DEVIL ARMY BE DESTROYED?
in this moment, we talk
Who is Ustadz Dhanu
About who Ustadz Dhanu is. In this time,  it is different from the views of our previous friends
If previously someone said he was an incarnation of Brahma Kandi or Buddha Waka.
What is clear, there is no concept of INFINITY in the ISLAMIC VIEW.
This time we discuss from my aspects, as LOGICALS MUSLIM 
Ustadz Dhanu is a graduate of the Islamic University of Indonesia Yogyakarta (Private), majoring in Civil Engineering.
As far as I know, from Google searches for 3 years, it seems that he is not a Islam tradition institutision graduate. He graduated from the Islamic University majoring in Civil Engineering with more Religious Class than common universities.
He observed a lot from recitation to recitation and then search for himself from the Quran and Al Hadith.
He has the characteristics of an intellectual, who is always looking for answers, why if someone is sick, they are always told to go to the doctor and don't pray to God first.
It is a habit so far, that in times of illness, healing from God is often forgotten.
Ustadz Dhanu as an academic whose mind is very logical and who also believes in Allah, tries to find answers in the Qur'an and Al Hadith.
As we know, Ustadz Dhanu is a very faithful person, very obedient to GOD and always does good deeds SPREADING HIS KNOWLEDGE.
Because he truly believes in Allah, Ustadz Dhanu is never afraid of the creatures Jin Jin Ifrit and the Devil who threaten him, even though the laughter of the Devil can paralyze the muscles of an ordinary human.
Ustadz Dhanu always feels under God's protection.
Why is Ustadz Dhanu when he every prays, Allah bless him?
Because Ustadz Dhanu really believes that Allah exists and His help is very close and fast.
Because God is the Owner and Ruler of all living things and this universe.
Some have asked whether Ustadz Dhanu is a person who is Karomah or Ma'unah.
In our understanding, Ustadz Dhanu is a Servant of Allah.
A Servant of Allah who tries to reveal the secret of life through the Qur'an.
In my opinion, illness is a rebuke from Allah, because Allah loves us, so that we repent and practice piety and get BACK ON THE RIGHT WAY
If we repent, God willing, we will not experience pain anymore because we are healed.
Of course there are also those who without repentance a person can recover.
To be able to heal someone, Ustadz Dhanu always asked Allah to be ALLOWED TO KNOW, the cause of someone's illness.
Ustadz Dhanu knows from the results of interviews with his guests that relate to his experience.
The punishment is pain, the person who gets the punishment is the person who is in pain.
In the hell, the tormented scream in pain.
In hell; Humans, Jin and Devils are tortured eternally. In this world, the torment can be temporary, then they recover or someone goes to dies in pain

Setelah diketahui secara persis penyakit dan penyebabnya, maka Ustadz Dhanu mendoakan secara tepat. 
After knowing the exact disease and its cause, then Ustadz Dhanu can pray properly.
This precision is the same as the law of Physics, that water will boil at a certain temperature
Water mixed with this will become this, water mixed with it will become that, everything is exact.
This is very different from the view that sickness aborts sin.
As far as I know, the eraser of sins is repentance and good behavior.
Praying to God to be granted must also be precise and exact.
It's like we go to the medical, they will be confused if we ask, what's wrong with me Doctor?
The doctor will know the disease after carrying out a series of questions and if necessary with a series of examinations.
After being allowed by Allah to know, then Ustadz Dhanu will pray more precisely because he already knows the disease and its causes.
And why did Allah SWT accept his prayer, according to the Qur'an, maybe Ustadz Dhanu is a servant of Allah who believes, obeys Allah and has good deeds, plus the right requests. Everything is God's Right.
In my view, the Prophet Muhammad SAW was the last Messenger and after him Allah did not designate someone to be a saint, representative of Allah or to become Allah's verse.
All have been sufficient by Allah with the grace of the last Messenger and Allah guard the Qur'an as a holly book that is protected from change.
Someone whose prayer is accepted by Allah is a person who believes, is pious and does good deeds.
Someone who wants to draw closer to God, instead of someone appointed by God, because of that is no longer there.
Now there are no saints anymore, because the Prophet is guarded by God's angels and people like us, his merits and sins depend on our own will and deeds.
Do we want to be people who are grateful, have faith and piety or become people who are kufr (don't know thank God), it's up to us.
If we feel we need God, if we feel nothing without God
If we feel so small in God's universe.
Ustadz Dhanu said, he prayed like a child, O Allah, give your servant faith, health and strength.
Ustadz Dhanu really, really believes in the existence of God, really really believes in God.
Hopefully this will be an explanation, that now there are humans who are trying to get close to God themselves and not humans appointed by God.
Thus what my thought
Peace, mercy and blessings of God

Sabtu, 14 Januari 2023

iman

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuuh 
Untuk kali ini saya akan membahas tentang gangguan KESEHATAN JIWA
Gangguan kejiwaan ini dialami oleh Ibu Eny, ibunya Tiko yang saat ini berusia 23 tahun, dan menemani berduaan sejak 12 tahun yang lalu.
Ibu Eny mengalami Depresi, mungkin mengalami kesulitan dalam kehidupan selama ber tahun2
Atau juga ketakutan, ada perampok menjarah rumahnya.
Dan biasanya gangguan kejiwaan ini karena sikap trauma dan depresi yang berlebihan.
Dia Depresi BERLEBIHAN
Dia Stress BERLEBIHAN.
Dan pandangan saya adalah pandangan seorang Muslim yang wajib percaya adanya Mahluk  Malaikat, Iblis dan Jin.
Islam mewajibkan kita percaya dan Wajib menyembah HANYA PADA ALLAH , juga percaya pada KITAB KITAB ALLAH.
Dan wajib percaya adanya Mahluk Malaikat, Iblis dan Jin. 
Apapun yang di fatwakan Allah wajib dipercaya, karena bila tidak, akan disebut kafir alias yang tidak percaya pada Allah.
Allah SWT tidak menyukai sesuatu yang berlebihan.
Padahal Allah sudah menyiapkan manusia dengan tubuh yang bisa bertahan hingga 100 tahun
Panjang pendeknya tergantung di manusia sendiri menjaga dan memperlakukan tubuh dan menjaga hatinya secara baik.
Tapi jika pola hidupnya dan isi hatinya seenaknya sendiri, penuh amarah, penuh benci, penuh kesombongan, penuh dendam, bisa dipastikan umurnya tidak panjang.

Jadi bagaimana caranya agar kita tidak mengalami gangguan jiwa adalah pasrah pada Allah 

Menyerahkan masalah pada Allah dan yakin Allah itu ada.

Jadi pada apapun yang kita tidak sanggup setelah berusaha (kecuali tidak sanggup hidup), serahkan pada Allah untuk mengaturnya.

Dan jangan sampai kita ketakutan, trauma, was was karena itu jebakan jin dan iblis.

Dan jangan sampai kita ketakutan, trauma, was was karena itu jebakan jin dan iblis, yang membuat distorsi pada jiwa kita

Dan tidak ada manusia yang dekat dan begitu cinta pada Allah itu menjadi gila. Itu tidak ada.

Itu hanyalah salah aplikasi saja buat mereka yang suka mendekati Allah dengan caranya sendiri, bukan cara yang Allah contohkan 

Lain kali kita bahas masalah ini.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuuh.

#####

exists.

So for anything we can't do after trying (except not being able to live), leave it to Allah to arrange it.

And don't let us be scared, traumatized, anxious because it's a trap for jinn and devils.

And don't let us be afraid, traumatized, anxious because it's a trap of jinn and demons, which distorts our souls

And there is no human being close and so in love with Allah that it becomes crazy. It doesn't exist.

It's just an application for those who like to approach Allah in their own way, not the way that Allah exemplifies

Next time we discuss this problem.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuuh.