Senin, 19 Februari 2018

Teknologi tak terjangkau rakyat, Ide untuk Bp Jokowi

Kehidupan rakyat kecil di pesisir dan pedesaan tampaknya berhenti secara teknologi.
Penjemuran ikan asin, tetap melibatkan lalat yg mengerubungi. Cepat2 diangkut atau ditutupi bila hujan tiba.
Menjemur gabahpun meski tanpa lalat tetap ketakutan terhadap hujan.
Penjual ikan, daging ayam dan sapi pun tetap tradisional tanpa pendingin. Tidak ada perubahan persepsi masyarakat, bahwa di es itu barang jelek.
Produsen kuliner tingkat rakyat pun tetap tradisional. Mampu memproduksi tapi tidak mampu melakukan pengemasan.

Tampaknya, peran pemerintah mutlak diperlukan. Karena terbukti rakyat jelata tak mampu.

Sabtu, 03 Februari 2018

Value Added buat pedesaan, ide untuk Bpk. Jokowi.

Pembuatan sarana jalan buat desa sudah banyak dilaksanakan pada pemerintahan Presiden Jokowi. Direncanakan tahap berikutnya adalah proyek padat karya agar ada yang yg beredar didesa.

Hemat saya, untuk menggenjot perekonomian desa adalah membuat desa memiliki kemampuan value added. Misalnya.. desa A tidak hanya memproduksi kacang tanah dan menjualnya. Tapi ia juga mampu memproduksi bumbu pecel, bumbu siomay, bumbu gado2 dll.
Desa B tidak hanya memproduksi ikan basah.. tapi juga mampu memproduksi ikan kering, tepung ikan dll
Fasilitas yg harus dibuat pemerintah adalah mesin produksi, packaging dan transportasi.Transportasi dilakukan dengan memperluas Fungsi kantor Pos menjadi Kantor Distribusi.
Insya Allah desa akan meningkat peredaran uangnya dan akan lebih makmur. Ini akan mengurangi urbanisasi.
Disini, saya ingin ide saya dibaca Pak Jokowi.