Yang sedang memukul-mukul bunga kurma dipohon dengan potongan tangkai bunga kurma.
Petani tersebut memukul sambil berkata bangun bangun ya korma bangun.
Nabi yang tidak menyukai hal-hal yang musyrik lalu menggunakan rasanya itu tidak perlu.
Dan petani itupun tidak melanjutkan memukul-mukul bunga kurma dengan potongan bunga kurma pohon lain.
Selang beberapa waktu ternyata bunga yang tidak dipukul-pukul tadi yang istilahnya sekarang dikawinkan tidak berbuah
dan petani itu pun protes pada nabi ya nabi kenapa tidak boleh dilanjutkan dan jadinya sekarang pohon kurma Saya tidak berbuah
Nabi yang menyadari ketidaktahuannya airnya bicara itu keahlianmu lanjutkan sesuai dengan yang kamu tahu.
dari situlah akhirnya tersohor ucapan nabi serahkan sesuatu pada ahlinya.
Demikian juga jika kita membayangkan ada seseorang yang merobek perutnya mengeluarkan ususnya memotong menjahit mengembalikan dan menutup lagi perutnya setelah beberapa waktu orang tersebut sehat dan lebih sehat itulah keahlian dokter bedah yang tidak dimiliki dan tidak bisa dibayangkan oleh orang awam.
Demikian juga dengan ilmu ekonomi
Orang awam tidak bisa membayangkan pemerintah punya hutang rp6.000 trilyun tapi kenapa rakyat tidak ada yang diminta membantu membayarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar