Minggu, 21 Oktober 2018

4 waste n 4 rest, Ide kota Bebas Sampah untuk Bpk Jokowi

apa beda pasar tadisional dengan pasar modern.?
paling tidak,  beda banget kebersihannya.

Pernahkan anda membayangkan? tempat penampungan sampah yg bersih. bebas tikus, sedikit lalat, sedikit bau, mengurangi produksi sampah sampai 50%, memproduksi bahan kompos dan cairan penyubur tanaman. Pernahkah anda bayangkan,  tempat pemampungan sampah yg bersih itu berada di pasar tradisional?
Bahkan, lokasi tingkat atasnya bisa untuk peristirahatan murah. Sangat bermanfaat untuk mengurangi stress ibu kota.
Mimpi.  Ya itu mimpi,  karena sudah puluhan tahun kita berada  di alam modern,  TPS tetap saja becel,  bau menyengat,  banyak tikus dan lalat.

Yang saya lakukan sangat sederhana, tapi ternyata (mungkin) tidak dilakukan oleh pendahulu saya. Saya ubeg2 di internet juga tidak ketemu. Salahkah bila ini merupakan pengembangan saya, karena saya tidak melulu mengatur teknologi saja, tapi juga sistem dan regulasi yg harus dilakukan pemerintah, bila sistem sampah bebas bau, bebas tikus ini akan diterapkan ke masyarakat.

Ibu Susi sampai sumpeg, laut nya penuh sampah plastik. Beliau menghimbau, meski himbauan hanya bergaung saja. Oya, kemana kementerian lingkungan hidup? kok tidak ada gaungnya.

Saya sudah melakukan uji coba untuk skala usaha kecil  milik saya, saya tidak mampu melakukan untuk skala pasar karena tidak punya dana.
Tempat sampah pengembangan saya samgat sederhana,  bebas tikus,  sedikit lalat (tidak berkerubung)  dan sedikit bau.
Sangat luar biasa bila ada pemerintah kota yang berani melakukan percobaan bersama saya. Percobaan untuk skala besar, karena percobaan dengan skala kecil sudah saya lakukan dirumah.

Apa kelebihan teknologi dan sistem penampungan sampah buatan saya:
1. Bebas air limbah
2. Bebas tikus
3. Minim lalat
4. Minim bau
5. Tidak menimbulkan masalah meski truk sampah seminggu tidak datang.
6. Mampu mengurangi tonase sampah organik hingga 50%.
7. Menghilangkan ceceran air limbah yg bau selama pengangkutan.
8. memproduksi bahan kompos dan nutrisi tanaman cair.
9. Memisahkan secara manual. Jika ditambah regulasi, kebersihan lebih optimal dan sampah plastik dapat diolah lebih lanjut mwnjadi monyal bakar.
10. Relatif bersih, sehingga lantai atas bisa di manfaatkan untuk tidur (istirahat) bagi warga guna mengurangi stress perkotaan (jila ada tambahan dana memadai)

Mungkinkah ada walikota yg ingin kota dan pasarnya lebih bersih?
Atau Bapak Presiden yg berani merealisasikan penenuan saya ini?. serta berani mencoba inovasi ini? Berani merealisasikan sebuah Inovasi adalah suatu kemajuan besar bagi bangsa Indonesia. Karena saat ini, inovasi masih dimiliki negara2 maju.
Sementara ini,  Negara kita hanya user inovasi dari negara maju.
Dalam ide saya ini, Departemen Lingkungan Hidup dimekarkan dengan Direktorat Sampah dan Limbah (DSL) serta Direktorat Lingkungan Hidup (DLH)

DSL mengambil menjalankan tugas pemda dalam menangani sampah dan limbah . Menyediakan Instalasi pengolahan Sampah sesuai penemuan saya yg bebas bau, bebas tikus, lalat dan kecoa . serta tempat pemilahan sampah yg bisa dibakar seperti kayu, kertas dan plastik. Sampah bakar dikirim ke Instalasi besar untuk dirubah menjadi minyak atau listrik. Sementara Sampah organik lebih efisien diolah menjadi pupuk.
Setelah instalasi tersedia, Pemda (DSL) harus membuat aturan denda mahal bagi yg membuang sampah sembarangan .
Saya yakin, temuan Pengolahan Sampah Hulu temuan saya akan merubah wajah kota2 di Indonesia menjadi Cantik Bersih seperti Kota 2 negara maju.
Semoga Presiden, yg galau dengan sampah di Indonesia membaca ide saya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar