Sabtu, 25 Mei 2019

Bukan People Power, tapi ini Preman Power 22 Mei 2019

Empat hari sebelum 22 Mei 2019, saya sudah meramalkan, PEOPLE POWER? Mungkinkah?
Sudah saya ramal, POWER PEOPLE TIDAK MUNGKIN karena secara Ekonomi dan Logistik, Indonesia sedang bagus.
Tidak ada data  dalam sejarah dunia, Ekonomi dan Logistik Negara yg bagus menimbulkan People Power.
Alhamdulillah, ramalan scientific atau forecast saya benar.
Lalu kenapa bisa rusuh?
Ya bisa saja, kalau ada yg mendanai.
Dimana2 kaum preman selalu ada, jobless selalu ada, hopeless selalu ada. Mereka ini yg mudah digerakkan kalau ada yg membayar.
Terbukti, yg ditangkap banyak yg bau alkohol.
Terbukti ada mobil Ambulance yg bergerak mengirim batu, mengirim  team  dokumenter juga ada yang membawa anak panah dan bambu runcing, dan bisa jadi membawa perusuh, terbukti ada video yang membagi bagikan amplop dudekat ambulan.
Musuh pemerintahan Jokowi tidak main2.
Yg pertama, yg menyimpan uang Trilyunan hasil menyamun pemerintah puluhan tahun.
Yang Kedua, orang yg bermimpi khilafah. Padahal jelas khilafah hanya empat kali, seterusnya gagal, Islam pecah menjadi Sunni dan Syiah. Khilafah 4 kali dengan hasil 3 kholifah tewas terbunuh.
Padahal jelas Khilafah bukan bentukan Nabi, itu hasil rembugan para sahabat.
Konsep Khilafah ingin menguasai Negara dan konsep ini dimusuhi pemerintah Islam di manapun.

Saat ini musuh2 Presiden  Jokowi melakukan perang, bener perang. Mereka frustasi, karena berkali2 tidak bisa menguasai Indonesia.
Senjata mereka, bikin hoax, melakukan kerusuhan secara sporadis, menggerakkan emosi muslim dan ngarep rakyat ikut2an.

Tapi Insya Allah, secara ekonomi yg lagi lancar, People Power tidak mungkin, rakyat gak mungkin ikut2an. RAKYAT LAGI ASYIK BEKERJA.
Yg ada saat ini adalah Preman Power, mereka memodali Preman untuk mengacaukan
Indonesia yang super luasdan super kaya.

Tapi rasanya, kerusuhan yang mereka buat tidak berdampak. Rakyat adem ayem, karena logistik terpenuhi dan ekonomi berjalan normal.

Tentu saja, kita berdoa'a dan berikhtiar, Agar upaya perusuh gagal total.
Tapi ada pelajaran yg didapat, Pemerintah harus neniru Arab Saudi, dan Turki. dengan bertindak keras pada siapapun yang terlihat merusak dan membodohi rakyat Indonesia dengan Hoax, Fitnah dan Provokasi.

Doa kedua adalah, semoga 9 yang mulia mendengarkan, menghormati, menghargai  dan meyakini pilihan 85,6 juta rakyat Indonesia, serta pada negara yang telah mengeluarkan Rp 25,59 Trilyun untuk pelaksanaan Pemilu. Pilihan Rakyat terbanyak adalah Pilihan Tuhan.

Untuk para punggawa Negara, tetap  Waspadalahlah, mereka tetap akan mencuri kesempatan membuat onar dimanapun.
Karena, pemilihan Pimpinan Negara dilakukan secara Demokrasi untuk menjaga kerukunan.  bukan dengan cara kekerasan, kerusuhan dan pemberontakan.Tidak usah ragu2 menangkap dan menghukum  perusak Demokrasi, siapapun dia. Perusuh ataupun oemberontak, tidak ada nilainya di alam demokrasi.

Maju Indonesiaku, Jaya Raya Negeriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar